Langkah itu diambil sehari setelah pemboman mematikan di bus turis Vietnam di Giza yang menewaskan empat orang.
Pihak Kementerian Dalam Negeri Mesir tidak mengatakan apakah tersangka militan terkait dengan serangan mematikan tersebut atau tidak.
Namun pihak kementerian dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pasukannya menewaskan 30 orang selama penggerebekan di tempat persembunyian mereka di Giza di mana ada elemen teroris yang sedang merencanakan serangkaian serangan yang menargetkan institusi negara dan industri pariwisata.
Selain itu, seperti dimuat
Reuters, dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa pasukan keamanan juga membunuh 10 tersangka militan lainnya di Sinai Utara, tempat negara itu memerangi pemberontakan yang dipimpin oleh ISIS.
Kantor berita pemerintah
MENA mengatakan bahwa para tersangka tewas dalam baku tembak.
Kementerian tidak memberikan perincian tentang identitas tersangka atau apakah ada korban atau cedera di antara pasukan keamanan.
Serangan di bus kemarin diketahui membunuh tiga turis Vietnam dan seorang pemandu Mesir, sedangkan sekitar 10 orang lainnya terluka. Ledakan itu terjadi tidak jauh dari piramida Giza Mesir yang terkenal di dunia.
[mel]
BERITA TERKAIT: