Kejadian tersebut menyebabkan dua turis Vietnam meninggal dunia dan 12 orang lainnya luka-luka. 10 orang korban di antaranya adalah turis Vietnam dan dua orang Mesir, yakni pengemudi dan pemandu wisata.
Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Mesir, ledakan terjadi dari perangkat improvisasi yang disembunyikan di dekat dinding di jalan Marioutiya. Sekitar dua jam kemudian bus itu terlihat melintas dan terkena imbas ledakan.
Para wisatawan di dalam bus tersebut tengah dalam perjalanan menuju ke sebuah pertunjukan di piramida
Perdana Menteru Mesir, Mostafa Madbouly, mengunjungi korban terluka di rumah sakit Al-Haram. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa bus itu tidak mengikuti jalan yang seharusnya ditempuh, di mana bus itu akan diamankan oleh polisi.
Sementara itu
Reuters memuat bahwa pengemudi bus Mesir itu kemudian mengatakan kepada media setempat bahwa dia tidak menyimpang dari rute tersebut.
Jaksa penuntut Mesir mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan mendesak untuk menangkap para pelaku di balik insiden ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: