Para wisatawan tersebut tiba di kota selatan Kaohsiung, Taiwan antara tanggal 21 dan 23 Desember lalu. Namun semuanya, kecuali satu, tampaknya melarikan diri dan tidak ada jejak.
Laporan media lokal menunjukkan mereka mungkin berniat untuk bekerja secara ilegal di Taiwan.
Taiwan sendiri diketahui telah membebaskan biaya visa bagi pengunjung tertentu dari negara-negara Asia, dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata.
Ini diyakini sebagai kasus terbesar hilangnya turis sejak program visa dimulai pada 2015.
Badan Imigrasi Nasional mengatakan telah membentuk satuan tugas untuk menyelidiki para wisatawan dan kemungkinan adanya kelompok di belakang mereka.
Jika tertangkap, para wisatawan akan dideportasi dan dilarang kembali masuk ke pulau itu selama antara tiga dan lima tahun.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan kepada kantor berita
AFP bahwa mereka telah melakukan kontak dengan Taiwan dan akan bekerja untuk memastikan bahwa program pertukaran dan pariwisata tidak akan terpengaruh.
[mel]
BERITA TERKAIT: