Jurubicara keamanan Maroko dan badan intelijen domestik, Boubker Sabik mengatakan, para pelaku juga memiliki rencana untuk menangkap sembilan orang lagi di berbagai kota di Maroko.
"Kejahatan itu tidak dikoordinasikan dengan ISIS," katanya, seperti dimuat
Al Jazeera (Senin, 24/12).
"Serigala penyendiri tidak perlu izin dari pemimpin mereka," tambahnya, tanpa menjelaskan bagaimana pihak berwenang sampai pada kesimpulan tersebut.
Kedua turis wanita yang menjadi korban pembunuhan itu adalah Louisa Vesterager Jespersen berusia 24 tahun asal Denmark dan Maren Ueland berusia 28 tahun dari Norwegia.
Keduanya ditemukan tidak benyawa awal pekan lalu dengan luka pisau di leher dekat desa Imlil, dalam rute ke Toubkal, yan merupakan puncak tertinggi di Afrika dan tujuan hiking dan trekking populer.
Sabik mengatakan bahwa keempat tersangka, yang berusia antara 25 dan 33 tahun, telah menuju ke daerah Imlil dan bermaksud melakukan kejahatan tetapi tanpa memilih target mereka terlebih dahulu.
Mereka telah berjanji setia kepada ISIS dalam sebuah video yang dibuat di pekan sebelumnya sebelum kedua jasad wisatawan itu ditemukan.
[mel]
BERITA TERKAIT: