Polemik Tembok Perbatasan, Penutupan Pemerintahan AS Di Depan Mata

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 17 Desember 2018, 21:12 WIB
Polemik Tembok Perbatasan, Penutupan Pemerintahan AS Di Depan Mata
Trump/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap untuk menutup pemerintahan jika pemerintah tidak mendapatkan dana yang dimita untuk membangun dindingi di perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko.

Begitu kata penasihat senior Gedung Putih yang juga pembantu penting bagi Trump, Stephen Miller.

"Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membangun tembok perbatasan," tegasnya dalam acara bincang-bincang politik CBS Face the Nation akhir pekan kemarin (Minggu, 16/12).

Dia mengatakan bahwa tembok penghalang seperti itu diperlukan untuk mencegah krisis imigrasi ilegal yang terus berlangsung seperti saat ini.

Pemerintahan Trump diketahui berusaha untuk memperoleh dukungan yang diperlukan dari Demokrat di Kongres untuk pendanaan federal untuk membangun tembok. Hal tersebut harus melewati ukuran sebagai bagian dari anggaran yang lebih luas pada akhir Jumat pekan ini, atau memicu penutupan sementara bisnis pemerintah yang vital.

Miller lebih lanjut menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan apapun yang diperlukan untuk pembangunan tembok itu, termasuk melakukan penutupan pemerintahan.

"Jika itu terjadi, tentu saja," tegasnya.

"Ini masalah yang sangat mendasar. Yang dipertaruhkan adalah pertanyaan apakah Amerika Serikat tetap sebagai negara yang berdaulat, apakah kita dapat membangun dan menegakkan aturan untuk masuk ke negara kita," sambung Miller seperti dimuat The Guardian.

Diketahui bahwa pembangunan tembok perbatasan merupakan salah satu janji Trump pada masa kampanye 2016 lalu. Dia berulang kali berjanji bahwa dia akan mengubah pagar tambal sulam di perbatasan selatan Amerika Serikat yang panjang menjadi dinding. Trump juga mengatakan bahwa dia dapat memaksa pemerintah Meksiko untuk membayarnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA