Hal itu dia tegaskan saat memimpin rapat jajaran dewan direktur yayasan tersebut pekan kemarin.
Pada awal pertemuan, Putri Lalla Hasnaa yang merupakan saudara perempuan raja Maroko saat ini, Mohammed VI, memuji pekerjaan yang dilakukan dan hasil nyata yang dicapai sejak pendirian Yayasan tersebut pada Juni 2001.
Terlebih, di bawah kepemimpinannya, yayasan berhasil memperkuat pengaruhnya pada kualitas dan kemajuan proyek yang dilakukan.
Dewan direktur yayasan memuji keberhasilan tersebut dan menekankan bahwa hal itu merupakan aset yang cukup besar dan sebagian besar menjelaskan posisi saat ini Yayasan di Maroko dan di seluruh dunia.
Bukan hanya itu, dewan direktur yayasan juga menyambut baik penunjukan Putri Lalla Hasnaa baik dari Komisi Iklim Cekungan Kongo dan Dana Biru Lembah Kongo, yang didirikan oleh dua belas negara di wilayah ini pada tanggal 9 Maret 2017 di Oyo di Republik Kongo.
Putri Lalla sendiri diketahui aktif mewakili yayasannya di beberapa acara internasional dan memberi ceramah utama, seperti dalam Kongres Pendidikan Lingkungan Dunia (WEEC) pada September 2017 di Vancouver, Kanada dan Forum Perempuan di Toronto pada Mei 2018.
Sejauh ini, yayasan tersebut mengelola hampir dua puluh program di enam bidang intervensi, yakni pendidikan lingkungan, pantai, udara dan iklim, pariwisata berkelanjutan, pelestarian dan pengembangan grove kelapa sawit, dan taman serta kebun bersejarah.
[mel]
BERITA TERKAIT: