Bung Karno Dan Kim Il Sung Satu Pemikiran, Anti Kolonialisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 15 Desember 2018, 00:37 WIB
Bung Karno Dan Kim Il Sung Satu Pemikiran, Anti Kolonialisme
Kim Il Sung dan Bung Karno/Net
rmol news logo Hubungan Indonesia dan Republik Rakyat Demokratik Korea tidak bisa dilepaskan dari persahabatan erat antara kedua pendiri bangsa.

Rektor Universitas Bung Karno (UBK) Sunarto Sarti Atmaja menjelaskan bahwa Soekarno dan Kim Il Sung memiliki kesamaan visi dalam memandang percaturan dunia.

Kim Il Sung bahkan selalu mendukung gagasan-gagasan Bung Karno dalam menyatukan negara-negara dunia ketiga saat perang dingin berlangsung. Kedua pemimpin itu memiliki ide yang sama, yaitu anti kolonialisme dan anti imperialisme.

"Diawali dengan persahabatan Bung Karno dengan pemimpin Kim Il Sung, waktu itu mulai saat peringatan Konferensi Asia Afrika ke-10 kemudian juga Gerakan Non Blok, itu Presiden Kim Il Sung sangat aktif mendukung untuk itu," ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Perpustakaan UBK, Jakpus, Jumat (14/12).

Sunarto bahkan menilai rakyat Korea Utara kini hidup dengan menjalankan ajaran Tri Sakti Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

“Jadi tiga hal itu menyatu, membangun suatu bangsa itu tidak lepas dari politik, ekonomi dan budaya, jadi pengertian Bung Karno adalah membangun semesta,” terangnya.

Persahabatan antara kedua pemimpin semakin erat saat ayah dari Kim Jong Il berkunjung ke Kebun Raya Bogor, tahun 1965 lalu. Saat itu, Bung Karno memberi Kim Il Sung sebuang bunga anggrek sebagai kenang-kenangan.

Bunga itu kemudian tumbuh subur di Korea Utara dan menjadi bungan nasional dengan nama Kimilsungia atau Bunga Kim Il Sung.

"Kimilsungia adalah anggrek yang diberikan kepada Kim Il Sung dari Bung Karno. Setiap tahun itu diperingati. Saat Bung Karno menyerahkan anggrek itu, itu salah satu contoh bagaimana kedekatan bentuk silaturahmi yang tidak putus," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA