Hal itu dipastikan oleh Menteri Energi Qatar Sherida al-Kaabi (Senin, 3/12).
Keputusan untuk keluar dari blok 15 negara penghasil minyak dunia itu juga dikonfirmasi oleh Qatar Petroleum, perusahaan minyak negara teluk tersebut.
"Keputusan penarikan mencerminkan keinginan Qatar untuk memfokuskan upaya pada rencana untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi gas alam dari 77 juta ton per tahun menjadi 110 juta ton di tahun-tahun mendatang," kata al Kaabi.
Qatar adalah negara Teluk pertama yang meninggalkan blok negara-negara penghasil minyak tersebut.
Untuk diketahui, sejak 2013, jumlah minyak yang diproduksi Qatar terus menurun dari sekitar 728.000 barel per hari pada tahun 2013 menjadi sekitar 607.000 barel per hari pada tahun 2017, atau hanya di bawah 2 persen dari total output OPEC.
Sementara itu, total produksi selama periode yang sama meningkat dari 30,7 juta barel per hari menjadi 32,4 juta barel per hari.
Qatar bergabung dengan OPEC pada tahun 1961, satu tahun setelah pendirian organisasi tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: