Mereka memprotes kebijakan ekonomi G20. Namun para pengunjuk rasa tidak bisa mendekati para pemimpin Amerika Serikat, Rusia, China dan kekuatan global lainnya karena penjagaan dan pengamanan yang ketat.
Polisi, penjaga pantai, dan patroli perbatasan menutup area seluas 12 kilometer persegi di sekitar pusat konvensi Costa Salguero di tepi sungai, tempat pertemuan puncak diadakan.
Lalu lintas kargo di Sungai La Plata ditutup untuk acara tersebut.
Sementara itu, pemerintah Argentina mengatakan bahwa 25.000 polisi dikerahkan saat unjuk rasa terjadi.
Reuters memuat, KTT G20 itu digelar di saat yang sulit bagi Argentina. Inflasi berjalan sekitar 40 persen sepanjang tahun ini ketika ekonomi berkontraksi.
Bukan hanya itu, Pesiden Mauricio Macri, seorang advokat pasar bebas yang terpilih pada tahun 2015 mengalami penurunan popularitas akibat mata uang peso lokal kehilangan nilai tukar.
[mel]
BERITA TERKAIT: