Ini adalah operasi ketiga yang dilakukan oleh Amerika Serikat ke Selat Taiwan. Tindakan tersebut berpotensi memicu kemarahan dari China, yang juga mengklaim wilayah tersebut.
Jurubicara Armada Pasifik Amerika Serikat, Letnan Rachel McMarr, mengatakan bahwa kapal perusak USS Stockdale dan oiler USNS Pecos berlayar melalui selat dalam transit rutin.
"Kapal-kapal transit melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata McMarr dalam sebuah pernyataan yang dimuat
Channel News Asia.
"Angkatan Laut Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan," tegasnya.
Sebelumnya, China pernah melayangkan protes setelah Angkatan Laut Amerika Serikat melayarkan dua kapal perang melalui Selat Taiwan pada 22 Oktober lalu. China menilai bahwa langkah Amerika Serikat itu adalah bentuk penghinaan terhadap kedaulatan China.
China sendiri masih melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya untuk disatukan kembali, meskipun kedua pihak diperintah secara terpisah sejak berakhirnya perang saudara di daratan pada tahun 1949.
[mel]
BERITA TERKAIT: