Dalam pemilihan kemarin diketahui, Partai Progresif Demokratik yang berkuasa (DPP) di mana Presiden Taiwan Tsai Ing Wen bernaung, menderita kekalahan dalam pemilu besar pada hari Sabtu (24/11), kehilangan dua kekuatan walikota utama.
Sementara itu, oposisi Kuomintang yang pro China mengambil atau mempertahankan kontrol 15 kota dan kabupaten, meninggalkan DPP dengan hanya enam.
Pemerintah China yang mengklaim Taiwan sebagai provinsi yang membandel, mengatakan, pemilihan menunjukkan orang-orang menginginkan hubungan damai dengan Beijing.
"Hasilnya mencerminkan kemauan yang kuat dari masyarakat Taiwan dengan harapan untuk terus berbagi manfaat dari pengembangan hubungan damai di Selat Taiwan, dan keinginan kuat mereka dalam berharap untuk meningkatkan ekonomi pulau dan kesejahteraan masyarakat," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Taiwan yang membuat kebijakan dan dibawa oleh media pemerintah dan dimual ulang
Reuters.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: