Ada lebih dari 11.000 kursi yang diperebutkan di kotamadya, kabupaten, kota dan desa dalam pemilu kali ini.
Reuters memuat, pemilu kali ini merupakan tes kunci dukungan untuk partai pro-kemerdekaan yang berkuasa di pulau itu menjelang pemilihan presiden yang akan digelar dalam waktu lebih dari satu tahun ke depan.
Hasilnya akan diawasi ketat di China. Beijing diketahuimengklaim Taiwan yang mandiri dan demokratis sebagai miliknya dan telah meningkatkan tekanan pada Presiden Tsai Ing-wen dan pemerintahannya sejak menjabat pada tahun 2016.
Menjelang pemilu, Tsai dan pemerintahnya telah berulang kali mengatakan China berusaha untuk mempengaruhi hasil pemilu dengan intimidasi politik dan berita palsu. Tuduhan itu disangkal oleh Beijing.
Bersamaan dengan pemilu hari ini, Taiwan juga menggelar dua referendum. Referendum pertama terkait dengan pernikahan sesama jenis dan referendum kedua adalah mengenai bagaimana Taiwan akan disebut di Tokyo 2020,apakah dengan nama Cina Taipei atai Taiwan.
[mel]
BERITA TERKAIT: