Pengadilan tinggi Taiwan memutuskan mendukung pernikahan sesama jenis, dan memberi parlemen dua tahun untuk mengubah undang-undang atau mengesahkan undang-undang baru.
Tapi survei pekan lalu menunjukkan bahwa negara akan memilih menentang perubahan.
Masalah ini sebenarnya adalah subyek dari dua referendum terpisah yang digelar hari ini (Sabtu, 24/11).
Dikabarkan
BBC, kelompok konservatif telah mendefinisikan pernikahan secara hukum antara pria dan wanita, sementara aktivis LGBT telah mengajukan satu untuk hak pernikahan yang sama.
Menurut survei yang dilakukan oleh Taiwan Public Opinions Foundation, 77 persen responden percaya pernikahan harus secara hukum didefinisikan sebagai antara pria dan wanita.
Isu lain yang juga diangkat dalam referendum hari ini adalah bagaimana Taiwan ingin disebut dalam Olimpiade Tokyo 2020, apakah Taiwan atau China Taipei.
[mel]
BERITA TERKAIT: