Hal tersebut dilakukan karena pemerintah Swiss percaya bahwa kesepakatan itu cocok dengan kepentingan Swiss dalam mengurangi masalah migrasi yang tidak teratur, dan kemungkinan masih akan mengadopsi perjanjian tersebut.
Namun, seperti dikabarkan
Reuters, kabinet mengatakan tidak akan menghadiri konferensi internasional di Maroko bulan depan untuk membahas masalah ini.
Tetapi sebaliknya akan mempresentasikannya ke parlemen untuk konsultasi sebagaimana diharuskan oleh hukum.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: