"Kami menyadari, terumbu karang adalah warisan bersama untuk semua generasi. Oleh karena itu, kami ingin memastikan pemanfaatan ekosistem terumbu karang untuk perikanan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan manusia dapat dilakukan secara bijak dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,†ungkap Menteri Susi melalui keterangan tertulis, Kamis (5/7).
Karena Indonesia 2/3 wilayahnya merupakan lautan, Susi berkomitmen tinggi untuk isu-isu laut dan pesisir. Realisasi komitmen tersebut salah satunya dilakukan dengan melalui partisipasi Indonesia di Word Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative on Coral Reefs Fisheries and Food Security (CTI-CFF).
“Pada 2009 lalu, Indonesia merupakan inisiator utama pendirian CTI-CFF yang merupakan bentuk komitmen kami akan pentingnya ekosistem terumbu karang dalam penyediaan sumber daya dan jasa lingkungan di Kawasan segitiga Karang (Coral Triangle Area),†lanjut Susi.
Serah terima Sekretariat International Coral Reef Initiative (ICRI Secretariat Handover) Prancis kepada Monaco, Australia, dan Indonesia Ini berlangsung di Muséum National d'Histoire Naturelle, Paris, Rabu (4/7).
Pertemuan ini dihadiri oleh Pangeran Albert II dari Monaco, Ms. Brune Poirson (Menteri Muda Ekologi dan Transisi Inklusif Prancis), Peter Thomson (Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Kelautan), dan Dr. Russel Reichelt (Chairman and CEO the Great Barrier Reef Marine Park Authority) yang mewakili Australia, serta para pakar dan praktisi terumbu karang.
Terpilihnya Indonesia bersama dengan Monaco dan Australia menjadi bagian ketua di ICRI ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Susi.
“Atas nama Pemerintah Indonesia, saya ingin menyampaikan kami senang berkolaborasi dengan Monaco dan Australia sebagai Ketua Bersama untuk menjalankan sekretariat ICRI,†ungkapnya.
[fiq]