Duet Malaysia & RI Poros Baru Ekonomi

Senin, 02 Juli 2018, 09:35 WIB
Duet Malaysia & RI Poros Baru Ekonomi
Mahathir Mohammad dan Presiden Jokowi/Net
rmol news logo Ekonom Institute for De­velopment of Economics and Finance (Indef) Abra Puspa Ghani Talattov menyambut positif penguatan hubungan perekonomian Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, se­makin erat kerja sama kedua negara, dapat membuat poros baru kekuatan ekonomi.

"Ada beberapa kerja sama yang memiliki nilai penting yang disepakati dalam per­temuan Mahathir Mohammad dengan Presiden Jokowi. Hal itu selain bisa memperkuat ekonomi kedua negara, dapat membentuk poros baru. Dan, saya kira sudah sebagai negara serumpun, hubungan antara Indonesia dan Malaysia se­makin erat," kata Abra kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, dipapar­kan Abra, Malaysia dan Indo­nesia sepakat akan melawan kampanye hitam terhadap komoditas kelapa sawit yang marak diembuskan oleh Uni Eropa. Selain itu, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama bidang perekonomian.

Dia menilai, penguatan ekonomi Indonesia dan Ma­laysia tentu menarik. Sebab

Mahatir selama ini diaso­siasikan lebih dekat ke Jepang dibanding China. Apalagi, belum lama Mahatir mem­batalkan kerja sama dengan Singapura terkait proyek kere­ta. Sementara, Presiden Jokowi diasosiasikan lebih intensif dengan China.

"Ini menarik karena kedua negara memiliki kedekatan yang berbeda dalam kerja sama. Indonesia dan Malaysia dapat menjadi poros baru," jelasnya.

Abra menyebutkan, saat ini hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia cu­kup tinggi. Pada 2017, total perdagangan bilateral kedua negara mencapai Rp 257 triliun atau meningkat 22 persen jika dibandingkan 2016.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil La­hadalia juga menyambut baik peningkatan kerja sama Indo­nesia dan Malaysia. Karena, menurutnya, perdagangan kedua negara beberapa tahun terakhir mengalami tren penu­runan, sejalan dengan pasang surut hubungan persahabatan kedua negara. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA