Dalam Facebook-nya, James D Melville mengungkapkan komentar-komentar Trump menÂdorongnya mengambil keputusan untuk pensiun, seperti dilaporkan majalah Foreign Policy.
Trump memberlakukan "tariff" dagang pada beberapa industri Uni Eropa dan dengan keras mengkritik sekutu NATO. Diplomat AS lain juga meningÂgalkan pos mereka lebih awal dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Januari, Dubes AS untuk Panama John Feeley mengundurÂkan diri dengan alasan tak bisa lagi bekerja di bawah pemerintahÂan Trump. Sebulan sebelumnya, Elizabeth Shackelford mengundurkan diri dari jabatannya di Nairobi, di mana dia bekerja untuk misi AS ke Somalia.
Dalam surat pengunduran dirinya kepada Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Melville mengaku berhenti karena AS meninggalkan hak asasi manusia sebagai prioritas.
"Pernyataan presiden mengatakan Uni Eropa 'dibentuk untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, menyerang tabungan kita', atau bahwa 'Nato sama buruknya sebagai Nafta (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara)' bukan hanya salah secara faktual, naÂmun membuktikan kepada saya bahwa sudah waktunya untuk pergi," tulis Melville, seperti dilaporkan Foreign Policy.
Melville merupakan diploÂmat karier dan menjadi Dubes Estonia pada 2015 setelah diÂnominasikan Presiden Barack Obama. Dia pernah memegang jabatan diplomatik senior di beÂberapa negara Eropa dan mampu berbicara dalam bahasa Rusia, Jerman, dan Prancis.
Kementerian Luar Negeri AS mengonfirmasi kepergian MelÂville, "Sebelumnya pada hari ini (kemarin), Duta Besar Amerika Serikat untuk Estonia, Jim MelÂville, mengumumkan niatnya untuk pensiun dari dinas luar negeri efektif per 29 Juli setelah 33 tahun melayani publik." ***