Akibat Celotehan Trump, Dubes Amerika Frustrasi

Senin, 02 Juli 2018, 09:20 WIB
Akibat Celotehan Trump, Dubes Amerika Frustrasi
James D Melville/Net
rmol news logo Duta besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Estonia, James D Melville mengundurkan diri, karena frustrasi atas pernyataan Presiden Donald Trump tentang sekutu AS, Eropa.

Dalam Facebook-nya, James D Melville mengungkapkan komentar-komentar Trump men­dorongnya mengambil keputusan untuk pensiun, seperti dilaporkan majalah Foreign Policy.

Trump memberlakukan "tariff" dagang pada beberapa industri Uni Eropa dan dengan keras mengkritik sekutu NATO. Diplomat AS lain juga mening­galkan pos mereka lebih awal dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Januari, Dubes AS untuk Panama John Feeley mengundur­kan diri dengan alasan tak bisa lagi bekerja di bawah pemerintah­an Trump. Sebulan sebelumnya, Elizabeth Shackelford mengundurkan diri dari jabatannya di Nairobi, di mana dia bekerja untuk misi AS ke Somalia.

Dalam surat pengunduran dirinya kepada Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Melville mengaku berhenti karena AS meninggalkan hak asasi manusia sebagai prioritas.

"Pernyataan presiden mengatakan Uni Eropa 'dibentuk untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, menyerang tabungan kita', atau bahwa 'Nato sama buruknya sebagai Nafta (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara)' bukan hanya salah secara faktual, na­mun membuktikan kepada saya bahwa sudah waktunya untuk pergi," tulis Melville, seperti dilaporkan Foreign Policy.

Melville merupakan diplo­mat karier dan menjadi Dubes Estonia pada 2015 setelah di­nominasikan Presiden Barack Obama. Dia pernah memegang jabatan diplomatik senior di be­berapa negara Eropa dan mampu berbicara dalam bahasa Rusia, Jerman, dan Prancis.

Kementerian Luar Negeri AS mengonfirmasi kepergian Mel­ville, "Sebelumnya pada hari ini (kemarin), Duta Besar Amerika Serikat untuk Estonia, Jim Mel­ville, mengumumkan niatnya untuk pensiun dari dinas luar negeri efektif per 29 Juli setelah 33 tahun melayani publik." ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA