Demikian dikutip dari ReuÂters, pengumuman polisi keÂmarin, mengenai total aset NaÂjib yang disita, diduga terkait skandal perusahaan pelat merah, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Menurut Kepala bidang keÂjahatan komersial Kepolisian Malaysia, Amar Singh, angka itu didapat dari 12.000 perhiasan dan uang tunai yang disita dari enam lokasi. Detailnya, perÂhiasan emas dan batu permata senilai 400 juta ringgit. MenuÂrut Singh, harga eceran dari perhiasan itu mencapai 660 juta sampai 880 juta ringgit. Item yang paling mahal adalah kalung berlian dengan emas kuning, senilai 6,4 juta ringgit.
Selain itu, uang tunai yang disita mencapai 116 juta ringgit. Itu sudah termasuk mata uang negara lain yang dikonversi ke ringgit. Menurutnya, butuh tiga hari, enam mesin penghitung uang tunai dan 22 pejabat dari bank sentral Malaysia untuk menghiÂtung uang tunai yang jumlahnya mencapai 116,7 juta ringgit.
Polisi juga menyita total 567 tas dalam 37 merek berbeda, salah satunya bermerek Hermes dengan nilai 51,3 juta ringgit. Polisi juga menemukan 423 jam tangan senilai 78 juta ringgit dan 234 pasang kacamata hitam.
"Aparat belum menetapkan siapa pemilik barang-barang yang disita itu," kata Singh seÂraya menambahkan, Najib dan istrinya, Rosmah Mansor akan dipanggil untuk ditanyai.
Najib dua kali diperiksa komiÂsi antikorupsi Malaysia (MCAA) terkait skandal 1MDB, tepatnya aliran dana 10,6 juta dolar ASdari anak usaha 1MDB, SRC InÂternational, ke rekeningnya, yakÂni pada 22 dan 24 Mei 2018.
Najib mengatakan, pernyataan yang disampaikan kepada para penyelidik MCAA merupakan kelanjutan dari pemeriksaan seÂrupa pada 2015. Saat itu, kasus dugaan aliran dana dari SRC InÂternational pertama kali diusut.
Terpisah, Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, Najib sepenuhnya bertanggung jawab atas skandal 1MDB.
Mahathir menyebut kasus yang dialami Anwar Ibrahim berbeda dengan kasus Najib Razak. Dalam sebuah wawanÂcara eksklusif, seperti yang dikutip dari Channel News Asia, kemarin, Mahathir (92) membaÂhas bekas anak didiknya itu.
Kisah Najib mirip dengan AnÂwar Ibrahim yang juga dijatuhÂkan Mahathir. Anwar Ibrahim dipenjara setelah dia menuduh Mahathir atas fitnah yang menyeÂbut dirinya melakukan sodomi.
Namun Mahathir mengatakan kasus Najib dan Anwar Ibrahim berbeda.
Menurut Mahathir, dugaan kesalahan Najib Razak didokuÂmentasikan dengan baik oleh media dan bahwa semua orang telah membicarakannya selama bertahun-tahun.
Namun, dalam kasus Anwar, Mahathir mengatakan, dia telah menerima informasi dari kepoliÂsian dan, jadi, kedua situasi itu benar-benar berbeda.
"Dalam kasus Anwar, saya diberitahu oleh polisi tetapi daÂlam kasus Najib, saya tahu dari sumber-sumber publik. Media dan semua orang mengatakan yang tidak baik itu dan dia (Najib Razak) tidak menuntut merÂeka, yang berarti dia benar-benar melakukan semua hal ini. Jadi, dalam kasus Najib Razak, saya tahu itu berbeda," kata Mahathir.
Mahathir menjadi pengkritik paling keras terhadap Najib Razak pada 2015 setelah berita dugaan keterlibatannya dalam penyalahgunaan dana 1MDB.
Mahathir mengatakan, empat lembaga negara sedang menyeÂlidiki dugaan kejahatan Najib dan kemudian terserah kepada jaksa agung baru untuk memÂbawa kasus ini ke pengadilan. ***
BERITA TERKAIT: