Masing-masing dari mereka menggunakan bahasa berbeda-beda sesuai pakaian dikenakan juga bendera yang dipegang.
Semisal seorang penari yang tampil dalam balutan busana khas salah satu daerah di Indonesia menyapa para undangan: 'Selamat Pagi'. Silih berganti dengan penari lainnya dipandu alunan musik dan tarian ala Thai.
Sawasdee ASEAN, demikian konsep pertunjukan yang disuguhkan saat upacara pembukaan CAJ-LJA Working Visit Program, Senin (18/6).
Konsep pertunjukan ini bertujuan memadukan hati semua anggota dari 10 negara komunitas ASEAN, ditambah Tiongkok ikut bergabung di dalamnya.
"Tahun ini merupakan tahun yang sangat penting buat kedua negara, Thailand dan Laos yang sama-sama fokus pariwisata. Ketika Thailand merayakan Amazing Thailand Tourism Year, teman kita bersebelahan Laos juga mereka punya Visit Laos Year," kata Presiden Confederation of ASEAN Journalists, Thepchai Yong dalam sambutan pembukanya.
Menurutnya, ini kesempatan baik buat para wartawan dari negara-negara ASEAN juga Tiongkok untuk melihat langsung pengalaman mengesankan dan keindahan kedua negara dalam satu perjalanan.
"Kedua negara Thailand dan Laos memiliki keunikan sejarah dan budaya mereka masing-masing. Dan tentu saja, dua negara ini juga punya tempat-tempat wisata membanggakan yang terkenal di dunia menanti untuk kalian kunjungi," ujar Thepchai yang juga mantan Presiden CTJ.
"Saya yakin kunjungan kalian di Thailand dan Laos akan menjadi pengalaman tak terlupakan," tambahnya.
Program Kerja Kunjungan ini bagian kegiatan di bawah Rencana Aksi yang diadopsi oleh CAJ di mana Sidang Umumnya diadakan di Bangkok pada awal tahun 2018. Tujuannya membina kerja sama lebih erat di antara wartawan-wartawan sekaligus menciptakan pemahaman lebih baik di antara masyarakat regional.
[nes]
BERITA TERKAIT: