Si pencetus petisi, AlexanÂdria Abishegam, beralasan Mahathir pantas mendapat Nobel Perdamaian karena keputusan besarnya kembali ke dunia politik Malaysia dan memimpin negeri jiran itu.
"Keputusan Mahathir kemÂbali memimpin Malaysia untuk memperbaiki negara ini perlu dianugerahi penghargaan tertinggi. Dia mengorbankan masa pensiunnya untuk menÂjadikan Malaysia kembali jaya," tulis Abishegam.
Sebelumnya, Mahathir adalah PM yang berkuasa pada kurun 1981 hingga 2003. Dia memutuskan kemÂbali ke panggung politik dan memimpin koalisi Pakatan Harapan untuk mengakhiri kekuasaan Barisan Nasional selama enam dekade.
Di dalam pengantarnya, Abishegam mengatakan Mahathir menyisihkan keÂpentingan politik pribadi dan mau bahu membahu dengan tokoh-tokoh oposisi lain seperti Anwar Ibrahim, Lim Kit Siang, dan Mohamad Sabu untuk menyelamatkan Malaysia. Dia juga mengÂgarisbawahi fokus Mahathir pada prinsip transparansi, demokrasi, dan kewibawaan hukum.
"Kenyataan bahwa Tun DR. Mahathir juga secara terbuka mengakui kesalahan dirinya dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu membuat dirinya sungÂguh Orang Besar," lanjut Abishegam.
"Kemenangan Tun DR, Mahathir dalam pemilihan umum mengalahkan penÂguasa Barisan Nasional yang telah berkuasa lebih dari 60 tahun bukan hanya luar biasa dan historik, tetapi juga memÂbawa fajar Malaysia Baru," tulis Abishegam lagi.
Dia juga menyamakan MaÂhathir dengan Nelson Mandela, tokoh anti arpatheid di Afrika Selatan. ***
BERITA TERKAIT: