Tegang Dengan NATO, Rusia Mesra Ke Jerman

Rabu, 09 Mei 2018, 08:18 WIB
Tegang Dengan NATO, Rusia Mesra Ke Jerman
Foto/Net
rmol news logo Prosesi pelantikan Vladimir Putin menjadi presiden Rusia untuk periode keempat di Kremlin, Senin (7/5), berlangsung khidmat.

Dalam prosesi ini, Putin ber­jabat tangan hanya dengan tiga orang saja. Salah satunya adalah bekas Kanselir Jerman Gerhard Schroder.

Kehadiran Schroder dalam upacara ini menunjukkan be­tapa pentingnya hubungan Rusia dengan Jerman. Terasa sekali hubungan kedua negara mesra.

Posisi Schroder terlihat penting karena dia diletakkan di barisan terdepan dalam upacara pelanti­kan Putin. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahkan duduk di belakang Schroder.

Putin pertama kali menjabat tangan Kepala Gereja Orthodok Patrhiach Kirill of Moskow, lalu kemudian Putin menyambut jabatan tangan dari Schroder. Terakhir, Putin menerima uca­pan selamat dari sang Perdana Menteri Dmitry Medvedev.

Putin kembali berkuasa untuk periode keempat setelah meme­nangkan 77 persen suara dalam pemilu Maret lalu. Setelah usai di periode keempat ini, sesuai undang-undang, Putin tidak diperkenankan kembali mencalonkan diri dalam pemilu 2024 nanti.

Putin sudah menjadi pimpinan negara terbesar di dunia selama 19 tahun. Posisi Putin pun sangat disegani di Rusia dan menjadi sosok penentu setiap keputusan yang ada di Negeri Beruang Putih itu.

Di tengah kepemimpinannya ini, Putin memiliki hubungan akrab dengan Shcroder, yang menjadi Kanselir Jerman dari 1998-2005. Schroder adalah bekas pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD).

Kedekatan keduanya terus berjalan hingga sekarang Schro­der menduduki posisi penting di perusahaan gas negara Gazprom. Sejak 2016, Schroder juga men­jadi bagian Dewan Eksekutif pe­rushaan minyak negara Rosneft. Pengaruh Scgroder di Moskow pun terus meluas.

Selain Schroder, ada satu warga Jerman yang diaggap ber­pengaruh dan dekat dengan Pu­tin. Dia adalah Mathias Warnig. Warnig adalah CEO perusahaan penyambung pipa gas dan min­yak Nord Stream AG.

Perusahaannyalah yang per­tama kali membangun jaringan pipa gas dari Rusia ke Jerman. Jaringan pipa pertama sudah se­lesai dibangun. Namun, jaringan pipa kedua mendapat penolalan dari anggota Uni Eropa dan Ero­pa Timur. Negara Eropa Timur khawatir jaringan pipa ini akan membuat Jerman ketergantungan dengan gas alam dari Rusia.

Bukti kedekatan Putin dengan Jerman adalah rencana kedatangan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Moskow. Kunjungan yang belum dipas­tikan jadwalnya ini dilakukan di saat hubungan Rusia dengan NATO tengah tegang. Ditambah lagi, Rusia masih diawasi atas tuduhan meracuni bekas agen mata-mata di Inggris.

Hubungan Rusia dengan Amerika Serikat juga sedang tidak baik akibat sejumlah kebijakan luar negeri Paman Sam yang kontroversial.

Meski demikian, posisi Rusia, yang memiliki kedekatan khusus dengan Jerman, menunjukkan bahwa Putin memang mengang­gap Jerman sebagai sosok kunci bagi Rusia di kawasan. Jerman dinilai sebagai jembatan antara Rusia dengan Barat.

Jerman juga satu-satunya ba­hasa asing yang bisa dipakai Putin dengan lancar. Namun, kemampuan Putin ini tidak lantas membuat publik Jerman terkesan. Warga Jerman masih mengang­gap Jerman sebagai negara 'ban­del'. Bahkan Schroder mendapat banyak kritikan di negara asalnya karena berhubungan terlalu dekat dengan Rusia. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA