Dalam prosesi ini, Putin berÂjabat tangan hanya dengan tiga orang saja. Salah satunya adalah bekas Kanselir Jerman Gerhard Schroder.
Kehadiran Schroder dalam upacara ini menunjukkan beÂtapa pentingnya hubungan Rusia dengan Jerman. Terasa sekali hubungan kedua negara mesra.
Posisi Schroder terlihat penting karena dia diletakkan di barisan terdepan dalam upacara pelantiÂkan Putin. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahkan duduk di belakang Schroder.
Putin pertama kali menjabat tangan Kepala Gereja Orthodok Patrhiach Kirill of Moskow, lalu kemudian Putin menyambut jabatan tangan dari Schroder. Terakhir, Putin menerima ucaÂpan selamat dari sang Perdana Menteri Dmitry Medvedev.
Putin kembali berkuasa untuk periode keempat setelah memeÂnangkan 77 persen suara dalam pemilu Maret lalu. Setelah usai di periode keempat ini, sesuai undang-undang, Putin tidak diperkenankan kembali mencalonkan diri dalam pemilu 2024 nanti.
Putin sudah menjadi pimpinan negara terbesar di dunia selama 19 tahun. Posisi Putin pun sangat disegani di Rusia dan menjadi sosok penentu setiap keputusan yang ada di Negeri Beruang Putih itu.
Di tengah kepemimpinannya ini, Putin memiliki hubungan akrab dengan Shcroder, yang menjadi Kanselir Jerman dari 1998-2005. Schroder adalah bekas pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD).
Kedekatan keduanya terus berjalan hingga sekarang SchroÂder menduduki posisi penting di perusahaan gas negara Gazprom. Sejak 2016, Schroder juga menÂjadi bagian Dewan Eksekutif peÂrushaan minyak negara Rosneft. Pengaruh Scgroder di Moskow pun terus meluas.
Selain Schroder, ada satu warga Jerman yang diaggap berÂpengaruh dan dekat dengan PuÂtin. Dia adalah Mathias Warnig. Warnig adalah CEO perusahaan penyambung pipa gas dan minÂyak Nord Stream AG.
Perusahaannyalah yang perÂtama kali membangun jaringan pipa gas dari Rusia ke Jerman. Jaringan pipa pertama sudah seÂlesai dibangun. Namun, jaringan pipa kedua mendapat penolalan dari anggota Uni Eropa dan EroÂpa Timur. Negara Eropa Timur khawatir jaringan pipa ini akan membuat Jerman ketergantungan dengan gas alam dari Rusia.
Bukti kedekatan Putin dengan Jerman adalah rencana kedatangan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Moskow. Kunjungan yang belum dipasÂtikan jadwalnya ini dilakukan di saat hubungan Rusia dengan NATO tengah tegang. Ditambah lagi, Rusia masih diawasi atas tuduhan meracuni bekas agen mata-mata di Inggris.
Hubungan Rusia dengan Amerika Serikat juga sedang tidak baik akibat sejumlah kebijakan luar negeri Paman Sam yang kontroversial.
Meski demikian, posisi Rusia, yang memiliki kedekatan khusus dengan Jerman, menunjukkan bahwa Putin memang mengangÂgap Jerman sebagai sosok kunci bagi Rusia di kawasan. Jerman dinilai sebagai jembatan antara Rusia dengan Barat.
Jerman juga satu-satunya baÂhasa asing yang bisa dipakai Putin dengan lancar. Namun, kemampuan Putin ini tidak lantas membuat publik Jerman terkesan. Warga Jerman masih mengangÂgap Jerman sebagai negara 'banÂdel'. Bahkan Schroder mendapat banyak kritikan di negara asalnya karena berhubungan terlalu dekat dengan Rusia. ***
BERITA TERKAIT: