Pria itu yang dikenal bernama Angel Gahona sedang melaporÂkan langsung di kota Bluefields di pesisir Karibia, Nikaragua selatan. Ketika sebuah tembaÂkan terdengar, dia jatuh dengan darah mengalir dari kepalanya.
Dilansir Reuters, Gahona meÂlaporkan sebuah mesin anjunÂgan tunai yang rusak sementara merekam dengan videonya. Di belakangnya seorang kamerawan membuat film. Surat kabar lokal El Nuevo Diario menyebut, dia meÂnyiarkan langsung di Facebook.
Tembakan tersebut menghentikan komentarnya, membuat Gahona tersungkur beberapa langkah dari gedung itu. Ia kemudian terbaring dalam poÂsisi tengkurap sementara orang-orang meneriakkan namanya dan bergegas membantu.
Pihak berwenang di Managua dan Lissett Guido, juru bicara PaÂlang Merah di Nikaragua, belum daÂpat memberikan konfirmasi secara independen terkait insiden itu.
Media Nikaragua menyatakan Gahona, yang digambarkan wartawan dari kawasan itu, meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.
Belum jelas siapa pelaku penÂembakan itu. Surat kabar NikaraÂgua La Prensa yang mengutip wartawan lain mengatakan hanya polisi dan kelompok-kelompok yang bentrok dengan para peÂmerotes bersenjata di sana.
Sebelum insiden itu, Palang Merah menyatakan sedikitnya enam orang telah meninggal sejak protes-protes mulai pada Rabu (18/4). Massa menentang rencana-rencana pemerintah menaikkan sumbangan pekerja dan pensiun-pensiun yang lebih rendah. Situasi ini menyebabkan krisis bagi PresiÂden Daniel Ortega. ***
BERITA TERKAIT: