Israel Menggertak, Palestina Tak Ciut

Sebar Selebaran Jangan Dekati Perbatasan

Sabtu, 21 April 2018, 09:55 WIB
Israel Menggertak, Palestina Tak Ciut
Foto/Net
rmol news logo Israel tak henti-hentinya menyakiti warga Palestina. Kali ini, negeri zionis nan biadab itu, menyebarkan poster di sepanjang Jalur Gaza yang isinya melarang warga Palestina mendekati area pagar perbatasan.

Provokasi Israel diarahkan kepada warga Palestina yang selama ini turut berjuang bersama organisasi militan Palestina, Hamas. Di selebaran itu, tertulis Hamas adalah organisasi teroris, dan mereka yang mencoba mendekati area pagar dipastikan berhadapan dengan militer Israel.

"Organisasi teror Hamas memanfaatkan kalian untuk melakukan serangan teror. Pasukan Pertahanan Israel siap dengan segala skenario. Jauhi pagar dan jangan coba-coba merusaknya," demikian tulisan di selebaran itu seperti dikutip Reuters, kemarin.

Selebaran disebar pemerintah Israel saat warga Palestina rutin melakukan aksi bertajuk The Great March of Return. Aksi ini digelar sejak Jumat (30/3). Tidak hanya Hamas yang turun di barisan massa, seluruh faksi politik dan warga berbaur menyerukan hak pulang pengungsi Palestina.

Demonstrasi ini digelar enam pekan. Diawali peringatan Land Day. Land Day merupakan peristiwa untuk memperingati enam warga Palestina yang ditembak mati pasukan Israel setelah memprotes penyitaan pemerintah atas tanah Palestina pada 30 Maret 1976. Aksi ini rencananya berakhir 15 Mei 2018.

Dalam perjalanannya, aksi ini disambut reaktif oleh Israel. Disebutkan, demonstran kerap mendekati kawasan perbatasan dan dianggap mengganggu keamanan warga Israel. Israel menuding, demonstran kerap membakar ban dan melemparkan batu ke wilayah perbatasan.

Nah, alibi tersebut seolah menjadi pembenaran militer Israel atas tindakannya melepaskan tembakan ke arah warga Palestina. Dikabarkan, sudah 31 warga Palestina gugur terkena peluru sejak demonstrasi rutin ini digelar, 30 Maret lalu.

Militer Israel mengatakan, lemparan batu itu mengarah kepada personel tentara yang berjaga. Pasukan yang diterjunkan ke kawasan itu kemudian merespon dengan melepaskan tembakan ke arah warga.

Belakangan, aksi ini disorot dunia. Mulai dari Turki hingga Prancis mengecam Israel atas tindakan brutalnya. Bahkan, tragedi ini sempat dibawa ke resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB), namun dimentahkan sekutu Israel, Amerika Serikat.

Belum ada permintaan maaf dari Israel ihwal kebrutalan ini. Israel justru menuding Hamas sebagai dalang dari aksi massa tersebut. Mereka mengatakan, Hamas mengambil keuntungan tertentu dari aksi teror yang dilakukan warga Palestina.

Apakah dengan adanya selebaran teror ini menyurutkan nyali warga Palestina untuk demonstrasi? Faktanya tidak. Seperti dilansir Reuters, ribuan warga Palestina kembali berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel. Selebaran yang disebar Jumat pagi tidak menyurutkan perjuangan warga Palestina. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA