Video yang diposting di laman Twitter Kepresidenan Suriah menunjukkan, Assad berjalan santai menyusuri lorong yang diÂduga kuat adalah ruang kerjanya di istana kepresidenan. Tak lupa, ia menenteng tas kerja.
Pernyataan yang dinilai menantang pun dirilis Assad, "Agresi ini hanya akan menÂingkatkan tekad Suriah dan rakyatnya, untuk terus berjuang dan menghancurkan terorisme di setiap inci wilayah kami."
Militer Suriah juga menunÂjukkan serangan udara tersebut tidak melemahkan mereka. Gambar yang diposting di berbaÂgai akun media sosial pro-Assad menunjukkan, para tentara SuÂriah berdiri di samping apa yang mereka klaim sebagai sisa rudal jelajah AS.
Militer Suriah mengklaim seÂrangan AS dan teman-temannya sekitar 110 rudal, namun yang mencapai target hanya sedikit. Pihak Suriah mengaku berhasil menggagalkan sebagian serangan.
Klaim bahwa rudal-rudal Amerika Serikat dan sekutunya berhasil dihancurkan juga datang dari Rusia, sekutu utama rezim Assad. Pejabat Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi mengatÂakan, senjata-senjata Suriah yang merupakan buatan negaranya telah menangkis serangan AS.
Departemen Pertahanan AS atau Pentagon membantah klaim Suriah tersebut. Mereka meneÂgaskan bahwa serangan "berhasil memukul setiap sasaran." ***