Emosinya yang mengalir bersama lantunan musik-musik klasik yang dimainkannya mampu menyihir penonton yang memadati gedung berkapasitas 450 orang itu. Badannya menyentak-nyentak pada tempo tinggi dari beberapa nomor yang dibawakannya.
Pihak penyelenggara, Jaya Suprana School of Performance Arts (JSSPA) dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Korea (PPIK) berhasil menampilkan wajah lain Korea Utara yang berbeda dari kebanyakan informasi yang didapatkan masyarakat Indonesia dari media-media Barat.
Choe Jang Hung baru berusia 13 tahun. Dia tertarik belajar piano sejak berusia empat tahun. Di usia enam tahun Jang Hung sudah memenangkan sebuah kompetisi piano junior internasional.
Bulan Maret tahun lalu, Jang Hung kembali menggondol gelar juara dalam kompetisi piano di Moskow, Rusia.
Jaya Suprana menemukan nama Choe Jang Hung dalam penerbangan dari Beijing ke Pyongyang, pada bulan Agustus tahun lalu.
"Saya menyambut Pak Jaya di Bandara Pyongyang. Begitu ketemu saya, hal pertama yang disampaikan Pak Jaya adalah keinginannya mengundang pianis muda. Waktu itu Pak Jaya lupa nama pianis muda itu. Kata Pak Jaya, dia membaca kisah tentang pianis muda itu di majalah dalam penerbangan dengan Air Koryo," cerita Sekjen PPIK Teguh Santosa usai konser, (Rabu malam, 11/4).
Teguh sudah berkali-kali berkunjung ke Pyongyang dalam misi persahabatan. Tahun lalu dia membantu kunjungan Jaya Suprana dan istrinya, Aylawati Sarwono, ke Pyongyang.
Setelah mendengar keinginan Jaya, Teguh berkomunikasi dengan counterpart-nya di Pyongyang.
"Selama di Pyongyang, Pak Jaya juga berkesempatan mengunjungi taman kanak-kanak khusus di Pyongyang tempat anak-anak muda Korea dari usia dini belajar bermain piano," kata Teguh lagi.
Dalam Konser Perdamaian ini, Jaya Suprana menjadi pemandu. Dia menceritakan pengalaman batinnya mendengarkan kemampuan Jang Hung sejak dari sesi latihan.
"Ini anak ajaib. Saya menyerah. Kemampuannya lebih tinggi dari saya," ujar Jaya Suprana.
Jaya Suprana juga terlihat tak dapat menahan haru dan airmatanya menikmati permainan Jang Hung.
"
He is not a man, he is a superman," demikian Jaya Suprana.
[dem]
BERITA TERKAIT: