Seperti dilansir
Reuters, Selasa (10/4), kabar kepulangan Yulia (33) dari rumah sakit diungkapÂkan media Inggris,
BBC.
Yulia dipulangkan dari ruÂmah sakit pada Senin (9/4) tengah malam waktu setemÂpat. Usai keluar rumah sakit, Yulia dibawa ke sebuah lokasi aman yang dirahasiakan.
Kantor berita Rusia,
RIA, melaporkan Jumat (6/4) lalu bahwa Yulia sedang berupaya mendapatkan suaka politik di Inggris. Diketahui bahwa sebelum diracun di Inggris, Yulia tinggal di Rusia.
Yulia dan ayahnya, Skripal (66), ditemukan tak sadarkan diri di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu. Keduanya diyaÂkini terkena racun gas saraf jenis Novichok yang banyak dikembangkan semasa era Uni Soviet. Otoritas Inggris menyelidiki kasus ini sebagai percobaan pembunuhan.
Keduanya dilaporkan dalam kondisi kritis selama bermingÂgu-minggu. Hingga pekan lalu, dokter yang merawat Yulia dan ayahnya menyebut kondisi keduanya mulai membaik.
Kamis (5/4), Yulia merilis pernyataan via Kepolisian IngÂgris. Ini merupakan pernyataan publik pertamanya sejak dia terpapar racun di Inggris.
Dalam pernyataannya, Yulia menceritakan kondisi terbaruÂnya dan berterima kasih kepada staf rumah sakit serta orang-orang yang membantu dirinya dan sang ayah.
"Saya terbangun lebih dari seminggu lalu dan saya lega bisa mengatakan kekuatan saya bertambah setiap hari. Saya berterima kasih atas perhatian dan banyaknya peÂsan bernada positif yang saya terima," ucap Yulia dalam pernyataan yang dirilis KeÂpolisian Inggris itu.
"Saya yakin Anda menÂgapresiasi seluruh peristiwa yang agak samar. Dan saya harap Anda akan menghormati privasi saya dan keluarga saya selama masa pemulihan saya," pintanya. ***
BERITA TERKAIT: