Pembunuhan tersebut terjadi di desa Maze, sekitar 80 kilometer utara Bunia, ibu kota provinsi Ituri yang telah dilanda konflik antara masyarakat Hema dan Lendu.
"Kami telah menghitung 49 mayat dan masih mencari mayat lain," kata Alfred Ndrabu Buju dari badan amal Katolik internasional Caritas seperti dimuat
Press TV.
"Seorang anak dirawat pagi ini di rumah sakit umum Drodro, dengan sebuah panah di kepalanya," tambah Buju.
Menteri Dalam Negeri Henri Mova sebelumnya mengatakan 33 orang tewas dalam kerusuhan tersebut.
"Gubernur provinsi sedang dalam perjalanan ke lokasi pembunuhan," kata Mova.
Saksi mata mengatakan bahwa penyerang adalah anggota komunitas Lendu.
"Penyerang pergi ke desa dan melakukan pembantaian yang nyata," kata aktivis lokal Banza Charite.
Dengan demikian, tercatat lebih dari 100 orang telah terbunuh sejak kekerasan meletus di Ituri pada pertengahan Desember. Kerusuhan tersebut juga telah memaksa 200.000 orang untuk meninggalkan rumah mereka.
Menurut angka PBB, lebih dari 28.000 pengungsi telah melintasi perbatasan ke Uganda dalam beberapa pekan terakhir, kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.
Ketegangan antara penggembala ternak Hema dan petani Lendu sebagian besar terbengkalai sejak perang 1998-2003, yang merenggut nyawa ribuan orang, namun telah berkobar lagi dalam beberapa bulan terakhir karena perselisihan mengenai tanah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan awal tahun ini bahwa pihaknya akan mencari lebih dari 1,5 miliar dolar AS untuk menanggapi krisis kemanusiaan yang memburuk di Republik Demokratik Kongo.
[mel]
BERITA TERKAIT: