Begitu keterangan dari sumber pejabat senior Amerika Serikat anonim seperti dimuat
Reuters.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad diyakini diam-diam menyimpan sebagian persediaan senjata kimia Suriah meski ada kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia di mana Damaskus seharusnya menyerahkan semua senjata tersebut untuk penghancuran pada tahun 2014.
Namun alih-alih memusnahkan, senjata kimia di Suriah justru semakin dimanfaatkan dalam jumlah yang lebih kecil. Hal itu, menurut pejabat tersebut, terlihat dari karakteristik beberapa serangan baru-baru ini menunjukkan bahwa Suriah dapat mengembangkan senjata dan metode baru untuk mengirimkan bahan kimia racun.
"Kami berhak menggunakan kekuatan militer untuk mencegah atau mencegah penggunaan senjata kimia," kata pejabat tersebut.
Pejabat lainnya mengatakan bahwa pemerintah Trump berharap dengan peningkatan sanksi internasional dan tekanan diplomatik akan membantu mengendalikan program senjata kimia Assad.
"Ini akan menyebar jika kita tidak melakukan sesuatu," pejabat tersebut memperingatkan.
[mel]
BERITA TERKAIT: