Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pengerahan pasukan ini bertujuan untuk melayani sekaligus memastikan hak penyampaian pendapat masyarakat berjalan dengan aman. Adapun rincian kekuatan personel gabungan tersebut terdiri dari 3.701 personel Polda Metro Jaya, 156 personel Polres jajaran, serta bantuan 200 personel dari TNI.
Nantinya, ribuan petugas ini akan disebar ke sejumlah titik krusial yang menjadi pusat konsentrasi massa, seperti kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, hingga area di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan Kementerian Kehutanan RI. Kombes Budi menekankan bahwa seluruh personel diinstruksikan untuk melakukan pengamanan secara humanis dan persuasif, dengan tetap memprioritaskan keselamatan massa aksi maupun masyarakat umum.
Selain menjaga kondusivitas, aparat juga disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan di lapangan, mulai dari kemacetan, pelanggaran lalu lintas, aksi konvoi, pemblokiran jalan, hingga perusakan fasilitas umum.
Mengenai rekayasa arus lalu lintas, pihak kepolisian akan menerapkannya secara situasional tergantung dinamika perkembangan di lapangan. Oleh karena itu, bagi masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menghindari kawasan-kawasan tersebut jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak guna menghindari kepadatan.

BERITA TERKAIT: