Begitu disampaikan ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli dalam pidato yang disampaikannya di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Universitas Tokyo pekan ini (Kamis, 1/2).
"Saya harus berterima kasih kepada orang-orang dan pemerintah Jepang untuk membantu Indonesia selama krisis ekonomi terburuk dalam sejarah kita," kara RR, sapaan akrabnya.
"Ketika ekonomi turun dari pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 6 persen menjadi 13 persen di tahun 1998, dan Rupiah turun dari Rp 2.500 menjadi Rp 15.000 per dolar AS dalam waktu yang sangat singkat," sambungnya.
Selama masa krisis tersebut sebagian besar bank asing menarik pinjaman mereka, dan perusahaan asing keluar dari Indonesia. Hal tersebut memperburuk krisis di di Indonesia.
"Tapi selama masa sulit itu, Pemerintah Jepang dan perusahaan Jepang tinggal di Indonesia, membantu kita keluar dari krisis," tambah RR yang pernah menjabat Menko Perekonomian di era pemerintahan Gus Dur.
"Ini adalah apa yang disebut teman, berada dalam situasi bahagia dan sulit," ucapnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: