Akui Yerusalem Ibukota Israel, Trump Bermain Dengan Api

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 07 Desember 2017, 13:22 WIB
Akui Yerusalem Ibukota Israel, Trump Bermain Dengan Api
Ilustrasi/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai bermain dengan api dengan langkah agresif terbarunya yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Begitu kata Jamal Zahalka, seorang anggota Palestina dari parlemen Israel.

"Mereka yang merayakan deklarasi Trump di sini di Israel, adalah orang-orang yang akan melakukan segalanya untuk mencegah ketertiban dan perdamaian, dan untuk memajukan permukiman serta mendukung pendudukan, sambil mencoba mencekik aspirasi nasional Palestina yang adil," kata Zahalka mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Al Jazeera.

Sementara itu, Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan bahwa Trump telah mendiskualifikasi negaranya dari kemungkinan peran dalam proses perdamaian dan menghancurkan kemungkinan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Sedangkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengecam keputusan Amerika Serikat itu dan menegaskan bahwa Yerusalem tetap ibukota abadi Palestina. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA