Begitu kata Jamal Zahalka, seorang anggota Palestina dari parlemen Israel.
"Mereka yang merayakan deklarasi Trump di sini di Israel, adalah orang-orang yang akan melakukan segalanya untuk mencegah ketertiban dan perdamaian, dan untuk memajukan permukiman serta mendukung pendudukan, sambil mencoba mencekik aspirasi nasional Palestina yang adil," kata Zahalka mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dimuat
Al Jazeera.
Sementara itu, Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan bahwa Trump telah mendiskualifikasi negaranya dari kemungkinan peran dalam proses perdamaian dan menghancurkan kemungkinan perdamaian antara Israel dan Palestina.
Sedangkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengecam keputusan Amerika Serikat itu dan menegaskan bahwa Yerusalem tetap ibukota abadi Palestina.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: