Hal itu dilakukan setelah ada permintaan dari pihak koalisi oposisi pasca hasil awal menunjukkan bahwa calon incumbent, yakni Juan Orlando Hernandez, menang dengan selisih beberapa ribu suara.
Dengan 95% suara yang dihitung, Presiden Hernandez memiliki 42,9% suara sementara oposisi, Salvador Nasralla memiliki 41,4%. Oposisi memboikot hasil tersebut karena menilai ada manipulasi suara.
Pasca boikot, ribuan orang Honduras turun ke jalanan di ibukota dan sejumlah kota lainnya untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Nasralla. Aksi tersebut tidak jarang diwarnai kekerasan. Sejauh ini telah ada tiga korban jiwa, puluhan korban luka dan ratusan demonstran yang diamankan karena kekerasan di tengah aksi.
Otoritas keamanan di Honduras terpaksa memperketat keamanan dan memberlakukan jam malam.
Pejabat Amerika Serikay dan kepala Organisasi Negara-negara Amerika telah meminta warga Honduras untuk menahan diri dari kekerasan dan membiarkan pejabat pemilihan melaksanakan penghitungan ulang tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: