Dalam sebuah cuitan di Twitter akhir pekan kemarin, Trump mengatakan bahwa reputasi FBI berantakan. Ia juga kembali menyerang mantan saingannya dalam pemilu kemarin, Hillary Clinton, yang diselidiki oleh FBI menjelang pemilihan setelah diketahui bahwa dia telah menggunakan server email pribadi untuk menjalankan bisnis departemen negara bagian.
Dalam cuitan lain, presiden menuduh ABC News melaporkan dengan mengerikan dan tidak jujur, setelah salah satu reporter jaringan tersebut mengakui membuat kesalahan dalam sebuah cerita tentang Trump.
Rangkaian cuitan di Twitter itu dibuatnya di tengah kebingungan perkembangan penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan Amerika Serikat tahun 2016 lalu.
Trump menyangkal bahwa timnya berkolusi dengan Rusia untuk membuatnya terpilih.
Namun laporan muncul akhir pekan lalu menyebut bahwa Mueller yang merupakan mantan direktur FBI, telah menolak petugas FBI dari penyelidikan selama musim panas setelah dia diketahui telah membuat ucapan anti-Trump dalam pesan teks.
Seorang juru bicara Mueller mengatakan petugas tersebut dipecat dari tim investigasi segera setelah pesan tersebut ditemukan.
Sedangkan Michael Flynn yang merupakan mantan penasihat keamanan nasional Trump mengakui pada Jumat pekan lalu bahwa dia bekerja sama dengan penyelidikan Mueller, sebagai imbalan karena mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih rendah. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: