Pejabat pemerintah Ebal Diaz mengatakan bahwa jaminan konstitusional telah ditangguhkan, sehingga polisi dan tentara memiliki kekuatan lebih dan jam malam pun diberlakukan.
"Penangguhan jaminan konstitusional disetujui agar angkatan bersenjata dan polisi nasional dapat menahan gelombang kekerasan yang melanda negara ini," kata Diaz di televisi nasional seperti dimuat
BBC.
Dia mengatakan bahwa jam malam akan berlangsung antara pukul 18:00 dan 06:00 untuk 10 hari ke depan.
Sebelumnya, publikasi hasil pemilihan ditunda ketika kandidat oposisi utama, Salvador Nasralla, menuntut lebih dari 5.000 kotak suara dibeberkan. Ia mengatakan memiliki bukti kecurangan pemilihan.
Pada awal minggu ini Nasralla telah memimpin lima poin persentase. Namun dengan lebih dari 90% suara yang dilaporkan dihitung, Presiden incumbent Juan Orlando Hernández bergerak lebih maju. Nasralla menuduh pihak berwenang memanipulasi hasilnya.
Sejak saat itu, gelombang demonstrasi diwarnai kekerasan kerap terjadi dan telah menyebabkan satu orang tewas serta 20 lainnya cedera.
Ketegangan sempat mereda sementara pada hari Rabu ketika kedua kandidat menandatangani sebuah dokumen yang berjanji untuk menghormati hasil akhir setelah setiap suara yang disengketakan telah diteliti.
Tapi jeda lain dalam penghitungan menyebabkan Nasralla mengatakan beberapa jam kemudian bahwa dokumen tersebut tidak memiliki validitas.
Ketidakpercayaan atas penghitungan tersebut sebagian disebabkan oleh fakta bahwa tribunal tersebut ditunjuk oleh Kongres, yang dikendalikan oleh Partai Nasional Hernández, dan sebagian karena pembalikan mendadak pimpinan awal Nasralla.
Ada juga kritik terhadap lambannya penghitungan, yang terhenti 36 jam setelah hasil parsial pertama dirilis.
Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata pada pendukung oposisi yang marah di ibukota Tegucigalpa pada hari Jumat kemarin, di dekat pusat dimana hasil pemilu rencananya akan diumumkan.
[mel]
BERITA TERKAIT: