Dalam khotbah misa, Paus mendesak umat Katolik negara tersebut untuk menanggapi kebencian dan penolakan dengan pengampunan dan kasih sayang.
"Saya tahu bahwa banyak warga di Myanmar menanggung luka kekerasan, luka terlihat dan tak terlihat. Kami berpikir bahwa penyembuhan bisa datang dari amarah dan balas dendam. Namun cara balas dendam bukanlah jalan Yesus," kata Paus.
"Banyak dari Anda berasal dari daerah pegunungan yang jauh dan terpencil, beberapa bahkan berjalan kaki," sambungnya seperti dimuat
BBC.
"Saya datang sebagai sesama peziarah untuk mendengarkan dan belajar dari Anda, dan juga menawarkan beberapa kata pengharapan dan penghiburan," tambah Paus Fransiskus.
Ini adalah kunjungan pertama Paus ke negara Asia Tenggara tersebut dan menjadi sorotan mengingat Myanmar tengah dituduh melakukan pembersihan etnis minoritas Rohingya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: