Dalam pidato yang disampaikannya di hadapan kerumunan siswa di Universitas Ouagadougou di Burkina Faso, presiden berusia 39 tahun itu mengemukakan kebijakannya terhadap Afrika.
Ia menegaskan bahwa masa lalu kolonial Prancis seharusnya tidak lagi mewarnai hubungan mengingat bahwa dia tidak pernah mengalami masa kolonialisme.
"Saya berasal dari generasi yang tidak memberi tahu Afrika apa yang harus dilakukan: Saya datang untuk mendengarkan," kata Macron.
"Prancis memiliki hubungan historis dengan Afrika, Afrika terukir dalam sejarah, budaya dan identitas Prancis. Ada kesalahan dan kejahatan, ada saat-saat bahagia, tapi tanggung jawab kita adalah jangan terjebak di masa lalu," sambungnya seperti dimuat
Bloomberg.
Macron tidak menyentuh masalah keamanan dan migrasi dalam pidatonya, namun sebagian besar menawarkan kemitraan di bidang pendidikan, energi terbarukan, perusahaan startup, transportasi dan kesehatan. Dia mengatakan bahwa potongan seni Afrika di koleksi Eropa harus dikembalikan ke Afrika, dan meminta kerjasama yang lebih erat antara bioskop Prancis dan Afrika.
Dia berjanji bahwa bantuan pembangunan Prancis akan mencapai 0,55 persen dari output ekonomi pada akhir masa jabatan lima tahun pertamanya, naik dari sekitar 0,4 dari yang ada sekarang.
[mel]
BERITA TERKAIT: