Aksi Bunuh Diri Jenderal Militer China Di Tengah Skandal Korupsi Tuai Spekulasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 29 November 2017, 07:56 WIB
Aksi Bunuh Diri Jenderal Militer China Di Tengah Skandal Korupsi Tuai Spekulasi
Zhang Yang/BBC
rmol news logo Aksi bunuh diri yang dilakukan oleh pejabat militer China baru-baru ini memicu perdebatan di publik China mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Pejabat militer itu adalah Zhang Yang. Ia nekad mengakhiri hidupnya dan ditemukan tewas di rumahnya Kamis pekan lalu. Media pemerintah mengatakan bahwa dia telah dicurigai melakukan korupsi dan sedang diperiksa oleh polisi sebelum kematiannya.

Zhang sendiri bertugas sebagai jenderal di Tentara Pembebasan Rakyat dan dianggap sebagai sekutu penting Presiden Xi Jinping. Ia mulai menduduki posisi tersebut tahun 2012 lalu. Zhang sebelumnya pernah menjadi anggota Komisi Militer Pusat (CMC), cabang militer partai Komunis yang berpangkat tinggi.

Selain itu, dia juga anggota Komite Sentral Partai Komunis dan menjabat sebagai direktur Departemen Politik Umum Angkatan Darat, departemen administratif yang mengawasi kegiatan politik tentara.

Namanya tiba-tiba mencuat Agustus lalu. Media lokal menyebut bahwa Zhang dan seorang perjabat lainnya, Fang Fenghui sedang diselidiki sehubungan dengan kampanye anti-korupsi Presiden Xi Jinping yang sedang berlangsung.

Selain itu, pada saat itu, harian Hong Kong Ming Pao mengatakan pada akhir Agustus bahwa CMC diperkirakan akan menjalani perombakan personil utama menjelang Kongres Nasional Partai Komunis Oktober lalu.

Sebuah artikel di koran tertanggal 23 Agustus mengatakan bahwa kedua pria tersebut "diharapkan untuk diganti". Namun rincian tidak disebutan lebih lanjut.

Spekulasi mengenai hal itu semakin meningkat setelah kedua pejabat militer itu tidak terdaftar dalam delegasi militer di kongres tersebut.

Kemudian dalam laporan 1 September lalu, media Sing Tao Hong Kong mengatakan bahwa kedua orang tersebut telah ditahan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin yang serius.

Sing Tao adalah media pro-Beijing. Sedangkan media pemerintah China, Xinhua hanya menyebutkan pada hari Senin bahwa Zhang telah diinterogasi oleh polisi pada bulan Agustus dan bahwa dia dicurigai melakukan penyuapan dan kejahatan properti berskala besar.

Zhang juga ditanyai sehubungan dengan kasus Xu Caihou dan Guo Boxiong, dua mantan jenderal CMC yang diselidiki pada bulan Maret 2014 dan Juli 2015.

BBC pekan ini memuat bahwa kematian Zhang telah menjadi topik pembicaraan utama media sosial China.

Banyak pengguna Weibo, media sosial China bertanya mengapa dibutuhkan waktu lima hari agar media resmi mengumumkan kematiannya.

"(Pemerintah) perlu memastikan bahwa semua media utama telah menyiapkan manuskrip mereka terlebih dahulu," kata pengguna lainnya.

Beberapa pengguna menyatakan terkejut bahwa dia dapat menjalani hidupnya sendiri, mengingat dia sedang diselidiki.

Pengguna lainnya juga mempertanyakan apakah ia benar-benar bunuh diri atau tidak. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA