Setelah misa pada Minggu (27/11), Fransiskus mengatakan bahwa para korban serangan bom Mesir tengah berdoa dan beribadah saat serangan terjadi.
"Kami juga berdoa dalam keheningan untuk mereka," sebutnya seperti dimuat
ABC News.
Paus mengatakan serangan yang terjadi Jumat kemarin (25/11) membawa rasa sakit yang hebat. Karena itulah ia terus berdoa untuk para korban tewas dan terluka serta seluruh masyarakat Mesir yang terpukul.
Paus sebelumnya menyatakan dalam sebuah telegram soal kecaman keras atas serangan tersebut yang sejauh ini telah 305. Serangan itu merupakan yang paling mematikan yang dilakukan oleh ekstremis Islam dalam sejarah Mesir modern.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: