Pembukaan perbatasan ini dilakukan di bawah sebuah kesepakatan rekonsiliasi yang ditengahi Mesir bulan lalu secara resmi memulihkan kontrol administratif Presiden Palestina Abbas di Gaza, termasuk penyeberangan perbatasannya dengan Israel dan Mesir, setelah perpecahan 10 tahun dengan Hamas.
Langkah ini mendapat apresiasi dari warga Palestina yang berharap perjanjian tersebut akan meredakan kesengsaraan ekonomi Gaza dan membantu mereka menghadirkan front persatuan dalam perjalanan mereka untuk kenegaraan, walaupun rincian pelaksanaan kesepakatan tersebut belum diselesaikan sepenuhnya.
Sebelumnya, penutupan perbatasan dilakukan setelah Mesir dan Israel karena mengutip masalah keamanan. Hamas, yang dianggap Barat sebagai kelompok teroris, merebut daerah kantong itu pada 2007 setelah melawan pasukan yang setia kepada Abbas.
Hamas kemudian sepekat mundur dari posisi di tiga penyeberangan Gaza dan menyerahkannya kepada pegawai Otoritas Palestina pada 1 November, dalam sebuah langkah yang dipandang penting untuk mendorong Israel dan Mesir untuk meringankan pembatasan mereka terhadap pergerakan barang dan manusia.
Perbatasan tersebut dibuka selama tiga kali dalam seminggu.
Warga Palestina berharap persimpangan akan beroperasi penuh waktu, seperti yang telah dilakukan sampai tahun 2007. Sekitar 30.000 warga Gaza telah mengajukan permohonan untuk masuk ke Mesir dalam beberapa bulan terakhir, menurut Kementerian Dalam Negeri Palestina. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: