Langkah ini jelas membalikkan larangan yang pernah diterapkan oleh Barack Obama semasa memimpin di tahun 2014 lalu.
Sebuah badan pemerintah federal mengatakan bahwa impor dapat dilanjutkan akhir pekan ini untuk gajah yang diburu secara sah hanya di Zambia dan Zimbabwe.
US Fish and Wildlife Service (USFWS) mengatakan bahwa biaya berburu dapat membantu konservasi hewan-hewan yang terancam punah. USFWS mengatakan kepada media AS bahwa mereka menerima informasi baru dari para pejabat di Zimbabwe dan Zambia yang mendukung pembalikan larangan tersebut.
USFWS berpendapat bahwa alih-alih menghabiskan populasi gajah, membunuh hewan justru akan meningkatkan kelangsungan hidup spesies di alam liar.
"Perburuan adalah olah raga yang legal dan diatur dengan baik sebagai bagian dari program pengelolaan yang sehat dapat memberi manfaat bagi konservasi spesies tertentu dengan memberikan insentif kepada masyarakat lokal untuk melestarikan spesies dan dengan memasukkan pendapatan yang sangat dibutuhkan ke dalam konservasi," sambung pernyataan tersebut seperti dimuat
BBC.
Pejabat telah mengumumkan perubahan kebijakan yang akan datang selama sebuah forum yang diselenggarakan minggu ini oleh Yayasan Safari Club International yang pro-hunting, yang bermitra dengan National Firearm Association untuk melobi perubahan peraturan tersebut.
Sebagai informasi, setiap tahun sejak 2010, populasi gajah di Afrika rata-rata turun 7 persen atau terdapat lebih dari 30.000 kematian per tahun. Kelompok advokasi gajah bereaksi dengan marah terhadap berita tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: