PBB telah mengkonfirmasi serangan tersebut dan menekankan bahwa kerusakan akibat serangan udara akan memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman. Namun demikian PBB memastikan bahwa serangan tidak akan menghentikan kedatangan pengiriman bantuan jika Saudi menghormati janji mereka untuk melonggarkan blokade tersebut.
Awal bulan ini, Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup perbatasan udara, laut, dan darat Yaman, setelah pejuang Yaman menargetkan sebuah bandara internasional di dekat ibukota Saudi dengan sebuah rudal jelajah.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa tanpa bandara Sana'a dan pelabuhan Hudaydah dan Salif berfungsi penuh dan dapat menerima muatan, situasi kemanusiaan yang mengerikan akan semakin memburuk di Yaman.
Ia menekankan bahwa saat ini tujuh juta warga Yaman berada di ambang kelaparan dan blokade hanya akan membawa situasi menjadi lebih buruk.
Arab Saudi melakukan intervensi terhadap Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menghancurkan Ansarullah dan mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu setia rezim Riyadh. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: