PBB dan Palang Merah mengatakan situasi tersebut memperburuk bencana kemanusiaan yang terjadi di Yaman. Ribuan warga Yaman saat ini kekurangan pasokan makanan, air dan medis.
Arab Saudi membenarkan tindakan tersebut dan mengklaim bahwa langkah itu diambil karena pemberontak Houthi di Yaman dipasok dengan senjata dari Iran. Iran membantah telah mempersenjatai pemberontak.
Palang Merah mengatakan pengiriman tablet klorin, penting untuk memerangi epidemi kolera yang telah mempengaruhi lebih dari 900.000 orang, telah diblokir.
"Jika saluran ini, jalur kehidupan ini tidak dibuka, ini adalah bencana bagi orang-orang yang sudah berada dalam apa yang kita katakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini," kata juru bicara Urusan Kemanusiaan Jens Laerke seperti dimuat
BBC.
PBB mengatakan tujuh juta orang Yaman berada di ambang kelaparan.
Negara ini bergantung pada impor untuk hampir semua kebutuhan warga sipil untuk bertahan hidup, tapi sekarang makanan, bahan bakar atau obat-obatan tidak dapat masuk.
Lebih dari 8.670 orang, 60 perse di antaranya adalah warga sipil telah terbunuh dan 49.960 terluka dalam serangan udara dan berjuang di lapangan sejak koalisi melakukan intervensi dalam perang sipil Yaman pada Maret 2015.
[mel]
BERITA TERKAIT: