Menurut sebuah pernyataan dari Angkatan Udara Amerika Serikat, dua Lancer B-1B dari Pangkalan Angkatan Udara Anderson di Guam bertemu dengan jet Jepang dan Korea Selatan sebagai bagian dari integrasi bilateral yang direncanakan, pada satu titik terbang di atas Korea Selatan.
Pembom B-1 AS yang terbang dari Guam telah terlihat secara teratur di atas Semenanjung Korea di tengah meningkatnya ketegangan dengan penerbangan reguler Pyongyang dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan yang sering memprovokasi kemarahan rezim Korea Utara.
Pyongyang kembali mengeluarkan tanggapan keras setelah penerbangan hari Kamis melalui media KCNA yang mengklaim latihan tersebut merupakan uji coba untuk serangan nuklir yang mengejutkan.
"Kaum imperialis Amerika Serikat yang mirip gangster tanpa henti menggunakan ancaman nuklir mereka dan memeras untuk menahan Korea Utara dengan nuklir," begitu bunyi kabar yang dimuat
KCNA seperti dimuat ulang
CNN.
"Pada hari Kamis, mereka membiarkan sebuah formasi pembom strategis B-1B yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Anderson di Guam dengan sembunyi-sembunyi terbang ke Korea Selatan lagi untuk melakukan demonstrasi mengejutkan pemogokan nuklir yang menargetkan Korea Utara," tambahnya.
Hal itu terjadi setelah dua kapal induk AS bergabung dengan perusahaan gabungan ASS Ronald Reagan di kawasan Asia Pasifik pekan lalu.
Pentagon mengatakan bahwa pergerakan kapal induk telah lama direncanakan, karena USS Nimitz kembali ke Pantai Barat AS setelah sebuah penempatan di Timur Tengah dan kapal-kapal Amerika Serikat Theodore Roosevelt menuju ke daerah tersebut untuk menggantinya.
[mel]
BERITA TERKAIT: