Juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov mengatakan bahwa para agen tersebut sering bekerja untuk LSM asing.
Dalam kesempatan lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada komite hak asasi manusia Rusia bahwa pengumpulan DNA itu sistematis dan profesional.
Beberapa ilmuwan yang dikutip di media Rusia berspekulasi bahwa data tersebut dapat digunakan dalam penelitian perang biologis AS.
Seorang anggota parlemen yang dekat dengan Kremlin, Gennady Onishchenko mengatakan bahwa legilasi mengenai keamanan bilogis demi mengontrol akses ke DNA warga Rusia harus segara diperkenalkan Desember mendatang di Parlemen.
Onishchenko yang sebelumnya mengepalai lembaga negara Rospotrebnadzor untuk melakukan pengecekan sanitari pada makanan dan minuman impor itu juga menjelaskan bahwa laboratorium asing menganalisa DNA warga Rusia.
"Fakta bahwa cairan, organ, dan jaringan warga negara kita dikumpulkan adalah bukti bahwa Amerika Serikat tidak menghentikan program militernya yang agresif," katanya seperti dimuat
BBC.
Pada puncak Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet meneliti agen bius mematikan yang bisa dibuat senjata.
Ahli genetika Rusia Valery Ilyinsky, yang dikutip oleh kantor berita RIA Novosti, mengatakan bahwa spesialis perang biologis mungkin dapat memanfaatkan perbedaan genetik antar kelompok etnis.
[mel]
BERITA TERKAIT: