USB itu ditemukan oleh seorang pria yang melintas di jalan tersebut. Ia kemudian menyerahkannya kepada surat kabar Mirror.
Pihak bandara menindaklanjuti temuan tersebut dan segera melancarkan penyelidikan iternal atas hal tersebut serta meninjau semua rencana keamanan untuk memastikan bahwa bandara Heathrow tetap aman.
"Kami telah meluncurkan penyelidikan internal untuk memahami bagaimana ini terjadi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," kata seorang juru bicara bandara tersebut seperti dimuat
AFP.
Menurut Mirror, USB stick tersebut berisi data 2.5 GB yang terdiri dari setidaknya 174 dokumen, termasuk peta, video, dan dokumen yang diurutkan dalam 76 folder. Drive tidak dienkripsi atau dilindungi oleh kata sandi.
Materi tersebut mengacu pada tindakan yang digunakan untuk melindungi Ratu Elizabeth II, anggota kabinet dan pejabat asing, protokol akses terperinci untuk berbagai bagian bandara, jadwal patroli keamanan, dan lokasi kamera CCTV.
Pakar keamanan, seperti dimuat Mirror, menilai bahwa temuan itu merupakan keamanan yang besar karena data yang tersimpan dalam USB itu sangat rahasia.
Informasi yang ditemukan pada USB itu bisa saja disalin dan berpotensi menjadi barang berharga bagi broker yang beroperasi di web gelap.
Inggris tetap siaga tinggi setelah beberapa serangan terinspirasi oleh kelompok militan ISIS. Tindakan high-profile terbaru terjadi pada 15 September, ketika sebuah bom buatan sendiri meledak di stasiun tabung Parsons Green, melukai 30 orang. Direktur Jenderal MI5 Andrew Parker mengatakan awal bulan ini bahwa ancaman terorisme saat ini di negara ini adalah yang terburuk di negaranya.
[mel]
BERITA TERKAIT: