Pakar cybersecurity mengatakan ransomware yang merupakan pembaruan Adobe sebelum mengunci komputer dan meminta uang bagi orang-orang untuk mendapatkan file mereka yang ditargetkan kembali perusahaan media Rusia dan sistem transportasi Ukraina.
Virus ini juga telah terdeteksi di negara lain termasuk Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.
Tim Kesiapan Darurat Komputer Amerika Serikat mengatakan pekan ini bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan tentang infeksi ransomware di banyak negara di seluruh dunia.
Dijuluki "Bad Rabbit," virus ini adalah contoh terbaru dari penjahat dunia maya menggunakan uang tebusan untuk mencoba memeras uang dari korban di seluruh dunia. Dua serangan internasional utama awal tahun ini yakni NotPetya dan Wannacry yang menyebabkan gangguan luas yang mempengaruhi bisnis, institusi pemerintah dan rumah sakit.
Ketika Bad Rabbit menginfeksi komputer, komputer tersebut menangkap file dan menuntut uang tebusan. Para ahli dan lembaga pemerintah menyarankan agar korban tidak membayar, dan memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa mereka akan mengembalikan file mereka.
Pada hari Selasa (24/10), virus tersebut menyerang kelompok media Rusia Interfax dan Fontanka, dan target transportasi di Ukraina termasuk bandara Odessa, kereta bawah tanah Kiev dan Kementerian Infrastruktur negara bagian Ukraina, menurut perusahaan keamanan dunia maya Grup-IB. Interfax mengkonfirmasi servernya telah turun karena serangan cyber.
Sebagian besar korban berada di Rusia, namun serangan juga terjadi di Ukraina, Turki, dan Jerman. Perusahaan Cybersecurity ESET juga mengidentifikasi kasus Bad Rabbit di Jepang dan Bulgaria. Perusahaan lain, Avast, mengatakan bahwa ransomware telah terdeteksi di AS, Korea Selatan dan Polandia. Demikian seperti dimuat
CNN.
[mel]
BERITA TERKAIT: