Sepenggal Cerita Obama Muda Soal Indonesia Dalam Surat Cinta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 20 Oktober 2017, 13:38 WIB
Sepenggal Cerita Obama Muda Soal Indonesia Dalam Surat Cinta
Surat cinta yang pernah ditulis Obama/BBC
rmol news logo Surat-surat yang pernah dituliskan Barack Obama semasa muda kepada kekasihnya, mahasiswa dari California pada saat itu Alexandra McNear dipublikasikan pekan ini.

Surat-surat itu ditulis antara tahun 1982 dan 1984, lima tahun sebelum kencan pertama Obama dengan istrinya saat ini Michelle. Surat-surat tersebut diakuisisi oleh Perpustakaan Mawar Universitas Emory pada tahun 2014.

Di antara surat-surat cinta tersebut, banyak hal yang diungkapkan oleh Obama, termasuk soal ketidakamanan yang ia rasa tentang ras, kelas dan uang.

Beberapa surat juga menunjukkan perjuangan awal Obama menjalani pekerjaan yang tidak terlalu disukainya.

Dalam salah satu surat paling awal, dia menulis, "Saya percaya kamu tahu bahwa saya merindukan kamu, bahwa perhatian saya terhadap kamu adalah selebar udara, kepercayaan diri saya terhadap kamu sedalam laut, cintaku kaya dan berlimpah."

Namun, hubungan jarak jauh tersebut tidak bertahan lama. Pada tahun 1983, dalam suratnya, Obama mengatakan kepada kekasihnya: "Saya sering memikirkan kamu, meskipun saya tetap bingung dengan perasaan saya."

"Sepertinya kita akan menginginkan apa yang tidak dapat kita miliki, itulah yang mengikat kita, itulah yang membuat kita terpisah," tambahnya.

Dalam surat lainnya, Obama muda bercerita bahwa ia merasa cemburu dengan teman-temannya. Obama menulis tentang teman-temannya yang bersiap untuk menetap atau mengambil alih bisnis keluarga.

Namun Obama yang lahir di Hawaii, memiliki ayah dari Kenya dan menghabiskan sebagian besar masa mudanya di Indonesia, merasa berbeda.

"Saya harus mengakui banyak kecemburuan," tulisnya.

"Terperangkap tanpa sebuah kelas, struktur, atau tradisi untuk mendukung saya, dalam arti pilihan untuk mengambil jalan yang berbeda dibuat untuk saya," jelas Obama.

"Satu-satunya cara untuk meredakan perasaan terisolasi adalah menyerap semua tradisi, kelas, menjadikannya milikku," tambahnya,

Namun, hal itu tidaklah mudah.

Setelah lulus tahun 1983, Obama kembali ke Indonesia dimana dia dibesarkan. Namun, seperti surat yang ditulisnya, Obama mengaku menemukan bahwa dia tidak lagi berada di sana.

"Saya tidak dapat berbicara bahasa (Indonesia) lagi," katanya.

"Saya diperlakukan dengan campuran kebingungan dan bingung dan cemooh karena saya orang Amerika, uang saya dan tiket pesawat saya kembali ke AS untuk mengatasi kegelapan saya," tulis Obama.

"Saya melihat jalan-jalan redup tua, rumah-rumah reyot berkelok-kelok kembali ke ladang, rute lama saya, rute yang tidak lagi saya akses," tambah Obama.

Menurut direktur perpustaan Mawar Universitas, Emory Rosemary Magee, surat-surat tersebut sangat bermakna dan mengungkapkan pencarian seorang pemuda untuk makna dan identitas.

"Mereka menunjukkan jenis kerinduan dan masalah yang sama dengan yang dihadapi siswa kita sendiri, dan siswa di mana pun bertemu," jelasnya seperti dimuat BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA