"Kami telah benar-benar menutup ruang udara kami ke pemerintah daerah di Irak utara," begitu kata Erdogan saat mengatakan kepada wartawan di pesawatnya yang kembali dari sebuah perjalanan ke Polandia, dimuat
Reuters (19/10).
"Pembicaraan berlanjut mengenai apa yang akan dilakukan terhadap tanah (perbatasan). Kami belum menutup gerbang perbatasan tapi ini bisa terjadi juga kapan saja," tambahnya
Turki mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya menutup ruang udaranya ke wilayah Kurdi yang semi-otonom dan mengatakan akan bekerja untuk mengendalikan perbatasan utama yang melintasi wilayah tersebut ke pemerintah pusat Irak.
Langkah itu diambil setelah Kurdi melakukan referendum kemerdekaan 25 September lalu.
Dalam referendum itu, warga Kurdi di Irak utara memilih sangat mendukung kemerdekaan.Hal tersebut membuat Baghdad, tetangga Irak dan kekuatan Barat khawatir karena akan menimbulkan konflik regional lebih lanjut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: