Dengan memakai ikat kepala merah, kerumunan orang yang terdiri dari pria dan wanita itu bergerak melalui Mogadishu di tengah keamanan yang ketat.
Serangan di Mogadishu itu diduga dilakukan oleh kelompok militan al-Shabaab.
Ibukota Somalia telah mengalami sejumlah pemboman dalam beberapa tahun terakhir namun tidak dalam skala sebesar kemarin.
"Kami mendemonstrasikan melawan teroris yang membantai rakyat kita. Kami memasuki jalan dengan paksa, "kata Halima Abdullahi, yang kehilangan enam orang saudaranya dalam serangan tersebut.
Sebagian besar korban tewas dalam ledakan akhir pekan kemarin tak mampu diidentifikasi karena kondisi yang hangus parah.
Pemerintah mengubur setidaknya 160 dari mereka yang terbunuh karena mereka tidak dapat diidentifikasi setelah ledakan tersebut.
Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed, berjanji untuk membebaskan Somalia dari al-Shabaab, afiliasi al-Qaida, setelah mengambil alih kekuasaan pada bulan Februari lalu. Namun janjinya tersebut kini dipertanyakan.
[mel]
BERITA TERKAIT: