Partai Sosialis yang dipimpin Maduro diketahui telah memenangkan 17 dari 23 gubernur di negara tersebut dalam pemilihan hari Minggu lalu. Sementara koalisi oposisi berhasil meraih hanya lima kursi.
Koalisi Persatuan Demokratik oposisi menolak untuk mengakui hasilnya dan menuduh bahwa telah terjadi penyimpangan dalam proses pemungutan suara.
Menanggapi hal tersebut, AS yang telah memberlakukan sanksi pada pemerintahan Maduro, berjanji untuk memberi tekanan lebih besar pada Venezuela. AS menilai bahwa Maduro melakukan kediktatoran otoriter dan menggambarkan pemungutan suara sebagai "tidak bebas dan tidak adil".
Menanggapi hal tersebut, Maduro mengatakan kepada koresponden internasional bahwa sistem pemilihannya di negara ini adalah yang paling aman dan diaudit di dunia.
"Rakyat kita telah memberikan pesan kuat kepada imperialisme, kepada Trump, kepada sekutu regionalnya dan hak lokal," tegas Maduro seperti dimuat
Press TV.
"Presiden Donald Trump, saya bukan seorang diktator. Saya seorang pekerja yang rendah hati. Saya memiliki kumis dan terlihat seperti Stalin, tapi saya bukan dia," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: